Peta Kelestarian

·

·

SUSTAINABLE SCOPE ECOMAP ANALYTICS

“Menyatukan data spasial, lingkungan, dan kebijakan untuk pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis bukti.”

 

 

Fitur MAPPING COMPONENTS

 

A. PEMETAAN PERLINDUNGAN (Protection Mapping)

Fokus: Mengidentifikasi area-area sensitif secara hukum dan ekologis yang wajib dilindungi.

Apa yang Dipetakan:

– Kawasan Lindung: Hutan konservasi, taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa.
– Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (HCV): Hutan dengan keanekaragaman hayati tinggi, habitat spesies langka.
– Kawasan Ekosistem Esensial: Gambut, mangrove, karst.
– Daerah Aliran Sungai (DAS) dan daerah resapan air.
– Kawasan Rawan Bencana: Longsor, banjir, tsunami.

Output: Peta Zona Larangan Bangun dan Batasan Ketat. Menjawab pertanyaan: “Di mana kita TIDAK BOLEH mengembangkan?”

B. PEMETAAN DAYA TAMPUNG (Carrying Capacity Mapping)

Fokus: Menentukan batas maksimal pemanfaatan sumber daya tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Apa yang Dipetakan:

– Daya Dukung Air: Perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air.
– Daya Dukung Lahan: Kesesuaian lahan untuk pembangunan, pertanian, permukiman.
– Daya Tampung Limbah: Kapasitas lingkungan menyerap dan mengolah limbah air, udara, dan padat.
– Daya Dukung Infrastruktur: Kapasitas jalan, listrik, sanitasi, dan jaringan dasar.

Output: Peta Zona Bijak dan Berbatas. Menjawab pertanyaan: “Di mana kita BOLEH mengembangkan, dan sampai BATAS BERAPA?”

C. PEMETAAN EKOLOGI & JASA LINGKUNGAN (Ecological & Ecosystem Services Mapping)

Fokus: Mengidentifikasi dan menilai manfaat ekologis yang diberikan alam kepada manusia.

Apa yang Dipetakan:

– Penyerapan Karbon: Stok karbon hutan, gambut, dan biomassa.
– Regulasi Iklim & Air: Fungsi pendinginan dan tata air alami.
– Penyerbukan Alami: Habitat dan jalur pergerakan serangga penyerbuk.
– Perlindungan Pantai: Peran mangrove dan terumbu karang sebagai pelindung alami.
– Nilai Keanekaragaman Hayati: Indeks kekayaan spesies flora dan fauna.

Output: Peta Aset Alam dan Potensi Nilai Ekonomi Hijau. Menjawab pertanyaan: “Aset alam apa yang kita miliki, dan bagaimana kita dapat MEMELIHARA serta MEMANFAATKANNYA secara BERMANFAAT?”

 

SPESIFIKASI TEKNIS & TEKNOLOGI

Platform dan Metodologi Analisis:

– Data Penginderaan Jauh (Remote Sensing): Menggunakan citra satelit Landsat, Sentinel, SPOT, serta drone imagery untuk ketepatan spasial dan temporal tinggi.
– Sistem Informasi Geografis (SIG / GIS): Menjadi inti analisis integratif seluruh layer data lingkungan, sosial, dan infrastruktur.
– Analisis Data Lapangan (Ground Truthing): Survei biodiversitas, kualitas air, tanah, serta wawancara dengan masyarakat lokal.
– Klasifikasi Tutupan Lahan Otomatis: Dengan algoritma machine learning untuk deteksi perubahan penggunaan lahan.
– Analisis Multi-Kriteria Spasial (MCDA): Menggabungkan layer perlindungan, daya tampung, dan ekologi menjadi satu peta rekomendasi kebijakan pembangunan hijau.

Output Teknis Utama:
– Dashboard GIS interaktif (online/offline).
– Laporan analisis spasial (PDF & shapefile).
– Dataset terintegrasi siap pakai untuk kebijakan atau kajian AMDAL.

PAKET LAYANAN

 

Paket Fitur Utama Cocok Untuk
BASIC Pemetaan 1 aspek inti (misal: perlindungan) + laporan analisis dasar Pemerintah daerah, akademisi
ADVANCED 3 aspek peta lengkap + analisis daya tampung dan ekologi + dashboard interaktif Konsultan lingkungan, BUMN, lembaga riset
ENTERPRISE Semua fitur Advanced + integrasi data real-time (IoT, drone, web-GIS server) + pelatihan tim pengguna Kementerian, lembaga nasional, proyek skala besar

Opsi Custom tersedia untuk integrasi dengan sistem GIS eksisting, SDGs Tracker, atau platform MRV karbon.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *