Peta Pengelolaan Konservasi Tanah dan Air adalah suatu sistem pendukung keputusan (decision support system) berbasis geospasial dan multi-kriteria yang dirancang untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan wilayah-wilayah dengan tingkat urgensi tertinggi untuk kegiatan konservasi sumber daya air dan tanah. Alat ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui integrasi parameter hidro-geologis, lingkungan, dan regulasi untuk menghasilkan peta zonasi prioritas dengan akurasi dan objektivitas tinggi.
Metode
Kita akan menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), dengan metode Weighted Overlay. Ini sesuai dengan semangat “Penyelenggaraan Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Air” dalam PP 26/2023.
Langkah-langkahnya:
- Penentuan Faktor (Criteria):Setiap parameter input (no. 2-5 di atas) menjadi sebuah “layer” peta.
- Klasifikasi & Skoring:Setiap layer diklasifikasikan dan diberi skor berdasarkan pengaruhnya terhadap resapan air.
- Contoh: Layer “Tutupan Lahan”.
- Hutan: Skor 5 (Sangat Prioritas untuk Konservasi)
- Belukar/Rumput: Skor 3
- Sawah: Skor 2
- Permukiman/Beton: Skor 1 (Prioritas sangat rendah)
- Contoh: Layer “Tutupan Lahan”.
- Pemberian Bobot (Weighting):Setiap layer memiliki tingkat kepentingan yang berbeda. Bobot ditentukan berdasarkan regulasi dan kajian ahli.
- Contoh:
- Layer Kemiringan Lereng: Bobot 30% (Lereng curam sangat rawan erosi dan perlu dilindungi)
- Layer Tutupan Lahan: Bobot 25%
- Layer Jenis Tanah: Bobot 25%
- Layer Curah Hujan: Bobot 20%
- Total bobot harus 100%.
- Contoh:
- Deliniasi Zona Prioritas:Hasil kalkulasi berupa peta dengan nilai kontinu. Kita klasifikasi ulang menjadi zona:
- Zona Inti (Prioritas Tinggi):Warna MERAH. Wajib dikonservasi, aktivitas terbatas.
- Zona Penyangga (Prioritas Menengah):Warna KUNING. Diperlukan pengelolaan hati-hati.
- Zona Pemanfaatan (Prioritas Rendah):Warna HIJAU
Peta Zona Prioritas Konservasi yang interaktif dan mudah dipahami.
Fitur pada Peta:
- Overlay Zona:Menampilkan area merah, kuning, hijau.
- Lokasi Aset Telkom:Menampilkan titik kantor , menara, infrastruktur lain.
- Titik Mata Air:Menampilkan titik air yang dilindungi.
- Informasi Klik (Popup):Jika user klik suatu area, muncul informasi: luas area, skor prioritas, rekomendasi konservasi.
- Legenda dan Metadata:Menjelaskan metode dan dasar hukum yang digunakan.
Manfaat Langsung yang Dapat Diukur
- Peningkatan Kapasitas Resapan Air: Implementasi rekomendasi di Zona Inti dan Penyangga diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas resapan air tanah hingga 40% dalam 1 tahun.
- Pengurangan Risiko Kekeringan: Menjaga kelestarian mata air dan sumur bor yang menjadi sumber air cadangan untuk sistem pendingin (cooling system) pada Data Center, memastikan business continuity.
- Efisiensi Biaya: Penggunaan air hujan yang ditampung (roof harvesting) untuk penyiraman taman dan kebutuhan non-rumah tangga lainnya dapat mengurangi tagihan air bulanan.
- Kepatuhan Regulasi: Peta ini menjadi bukti konkret komitmen perusahaan dalam mematuhi PP No. 26/2023 dan Perda tentang kewajiban konservasi sumber daya air.

Leave a Reply