KALKULATOR CEKUNGAN

Overview Fitur
Berdasarkan analisis awal dan komitmen Telkom dalam mendukung operasional yang berkelanjutan, kami memahami bahwa kawasan Kantor Gadang memerlukan pendekatan cerdas dalam mengelola air hujan. Limpasan permukaan (runoff) akibat hujan tidak hanya berpotensi menyebabkan genangan dan banjir di area parkir atau lantai dasar, tetapi juga merupakan aset air yang terbuang sia-sia.
Apa Itu Fitur “Kalkulator Limpasan dan Cekungan Tanah”?
Ialah sebuah alat simulasi digital yang canggih namun mudah digunakan, yang dirancang khusus untuk:
- Menghitung Volume Limpasan Air Hujan: Memperkirakan berapa liter air yang mengalir dari atap, jalan aspalt, dan area kedap air lainnya saat hujan turun dengan intensitas tertentu.
- Memetakan Cekungan Alami (Natural Basin): Mengidentifikasi titik-titik di lahan Telkom yang secara alami berpotensi menampung air akibat topografinya.
- Merancang Cekungan Buatan (Biopori, Sumur Resapan, Rain Garden): Memberikan rekomendasi jenis, jumlah, dan lokasi terbaik untuk infrastruktur resapan berdasarkan hasil kalkulasi.
Dasar Hukum & Regulasi
Fitur ini harus berpatokan pada peraturan KLHK. Yang utama adalah:
- PP No. 26 Tahun 2023 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengelolaan Sumber Daya Air. Ini adalah aturan turunan dari UU No. 17 Tahun 2019.
- Peraturan Menteri LHK No. P.6/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2023 tentang Tata Cara Penetapan Daya Dukung dan Daya Tampung Air.
- Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur dan Kota Malang tentang RTRW dan pengelolaan sumber daya air.
- UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
- Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang tentang Bangunan Gedung
- Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang tentang Pengelolaan Air Limbah dan Drainase
- Peraturan Walikota (Perwako) Malang tentang Petunjuk Teknis Pembuatan Sumur Resapan.
MANFAAT BAGI TELKOM
- Mitigasi Risiko Bencana: Mengurangi secara signifikan risiko genangan air dan banjir bandang di area kantor, melindungi aset fisik seperti kendaraan operasional dan infrastruktur bawah tanah.
- Konservasi Air & Efisiensi Biaya: Air hujan yang ditampung dan diresapkan dapat digunakan untuk kebutuhan sekunder (irigasi taman, flushing toilet), mengurangi ketergantungan pada air PDAM dan menekan biaya operasional.
- Meningkatkan Nilai ESG (Environmental, Social, Governance): Demonstrasi nyata komitmen korporat dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, meningkatkan citra publik dan brand image Telkom sebagai perusahaan yang hijau dan modern.
- Data untuk Perencanaan Masa Depan: Menyediakan data kuantitatif yang akurat untuk perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur baru di kawasan kantor.
Metodologi Kerja
Kami akan menerapkan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan survei lapangan, teknologi Geographic Information System (GIS), dan analisis hidrologi.
| Tahapan | Aktivitas | Output |
| 1. Pengumpulan Data | – Survei topografi dan jenis permukaan lahan (permeabel/kedap air). – Pengambilan sampel tanah untuk mengetahui laju infiltrasi. – Mengumpulkan data curah hujan intensitas tinggi dari BMKG setempat. |
Database lengkap properti fisik lahan dan iklim. |
| 2. Pemodelan & Kalkulasi | – Pemodelan Limpasan: Menggunakan metode Soil Conservation Service (SCS) Curve Number (CN) yang telah diakui secara internasional.
Rumus intinya: Q = (P – Ia)² / ((P – Ia) + S), di mana Q adalah runoff, P adalah hujan, dan S adalah retensi potensial. |
Peta Limpasan dan Peta Cekungan Tanah. |
| 3. Simulasi & Rekomendasi | – Mensimulasikan berbagai skenario hujan (dari hujan harian hingga ekstrem). – Merancang lokasi dan dimensi untuk sumur resapan, biopori, atau rain garden berdasarkan volume limpasan dan lokasi cekungan. – Menghitung efektivitas sistem dalam mengurangi limpasan. |
Laporan Rekomendasi Teknis yang berisi: 1. Jumlah dan spesifikasi sumur resapan. 2. Lokasi prime untuk rain garden. 3. Perkiraan pengurangan volume limpasan. |
| 4. Visualisasi | – Membangun dashboard digital yang interaktif. – Staff Telkom dapat memasukkan data hujan dan langsung melihat simulasi dampaknya serta kinerja sistem resapan yang diusulkan. |
Sebuah tool yang user-friendly dan actionable. |
Simulasi Konservasi Air & Manajemen Limpasan untuk Telkom Gadang Malang
Lokasi: Kantor Telkom Gadang, Kec. Sukun, Kota Malang
Area Analisis: ± 15.500 m² (Total Area Lahan)
- Parameter Input yang Digunakan
| Parameter | Sumber Data | Nilai/Deskripsi untuk Telkom Gadang |
| Curah Hujan Rencana | Data BMKG Stasiun Malang | Intensitas: 120 mm/jam (Untuk periode ulang 5 tahun) |
| Luas Area Terkait | Peta Site (GIS) | – Area Atap Gedung: 2.500 m² – Area Parkir & Perkerasan: 6.000 m² – Area Hijau (Tanah): 7.000 m² |
| Jenis Tanah | Survey Lapangan / Peta Geologi | Dominan Tanah Lempung Berpasir (Jenis Tanah Group C) |
| Koefisien Limpasan (C) | Tabel Standar (SNI) | – Atap (C=0.95) – Perkerasan (C=0.85) – Area Hijau (C=0.35) |
| Tingkat Resapan Air Tanah | Pump Test / Estimasi | Laju Resapan: 15 mm/jam (Sedang-Rendah) |
| Kebutuhan Air Bersih | Data Pemakaian Air Telkom | ± 50 m³/hari |
- Metodologi Perhitungan
- Metode: Analisis Debit Limpasan dengan Metode Rasional
Simulasi Potensi Air Hujan yang Dapat Ditampung & Diserap.
- Parameter & Bobot:
- Bobot Risiko Banjir didasarkan pada Kemiringan Lahan dan Koefisien Limpasan (C).
- Bobot Kelayakan Sumur Resapan didasarkan pada Jenis Tanah dan Kedalaman Muka Air Tanah.
- Skala/Tingkat Risiko:
- Risiko Banjir: Rendah (Hijau), Sedang (Kuning), Tinggi (Merah).
- Kelayakan Resapan: Tidak Layak, Kurang Layak, Layak, Sangat Layak.
- Hasil Simulasi & Zonasi
Berdasarkan parameter input dan analisis, berikut adalah hasil simulasi untuk site Telkom Gadang:
- Total Volume Limpasan untuk Hujan Rencana (120 mm/jam):
- Hasil: ± 650 m³ (Volume air yang harus dialirkan/dikelola agar tidak menyebabkan banjir)
- Zonasi Hasil Simulasi:
-
- Zona Risiko Banjir Tinggi (Merah): Area parkir utama dan bagian belakang gedung. Memerlukan intervensi immediate (perbaikan drainase, biopori).
- Zona Potensi Resapan Tinggi (Hijau): Area hijau di sisi selatan dan timur lahan. Rekomendasi: Ideal untuk pembuatan 10-15 unit sumur resapan dan rain garden.
- Zona Potensi Penampungan (Biru): Atap gedung utama. Potensi Air Hujan yang Dapat Ditanam: Rekomendasi: Instalasi 2 unit ground tank @ 10.000 liter untuk air reuse (penyiaran, cooling tower, flushing WC).
Manfaat Langsung yang Dapat Diukur
- Peningkatan Kapasitas: Kapasitas tampung air hujan meningkat 285 m³ per kejadian hujan, mengurangi beban drainase kota hingga ~44%.
- Pengurangan Risiko Kekeringan: Pasokan air non-utama untuk kebutuhan sekunder meningkat ± 20 m³/hari pada musim hujan, mengurangi ketergantungan pada air tanah dan PDAM.
- Efisiensi Biaya: Penghematan biaya air hingga Rp 4-6 juta/bulan (asumsi harga air industri Rp 10.000/m³).
- Kepatuhan Regulasi: Memenuhi Perda Malang No. 6 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air yang mewajibkan bangunan komersial memiliki sumur resapan.
- Peningkatan Nilai Aset: Site menjadi lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim (banjir & kekeringan), meningkatkan nilai properti dan citra sebagai green building.
Manfaat Tidak Langsung
- Brand Image & CSR: Meningkatkan citra Telkom sebagai perusahaan yang peduli lingkungan dan berkelanjutan.
- Edukasi & Awareness: Menjadi living lab dan contoh bagi tenant dan perusahaan lain di Malang untuk menerapkan konservasi air.
- Keanekaragaman Hayati: Area rain garden yang ditanam dengan vegetasi lokal dapat meningkatkan biodiversitas dan mengurangi efek urban heat island.
Langkah Selanjutnya
- Validasi Lapangan: Test drill untuk memastikan kedalaman air tanah dan laju resapan secara aktual di titik-titik yang telah diidentifikasi.
- Detailed Engineering Design (DED): Pembuatan desain teknis detail untuk sumur resapan, jaringan pipa penampung air hujan, dan modifikasi drainase.
- Implementasi Bertahap: Fase 1: Pembuatan 5 sumur resapan di zona prioritas. Fase 2: Instalasi ground tank dan sistem filtrasi.
- Monitoring & Evaluasi: Pemasangan sensor sederhana untuk memantau level air pada sumur resapan dan volume air tampung. Evaluasi dilakukan setiap 6 bulan.
Kesimpulan Simulasi
Simulasi ini membuktikan bahwa investasi dalam fitur konservasi air ini bukanlah biaya, melainkan investasi yang memiliki nilai pengembalian (ROI) yang jelas dan nyata. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, penghematan biaya air saja dapat menutup biaya investasi awal, ditambah dengan manfaat-manfaat intangible seperti pencegahan kerusakan akibat banjir dan peningkatan citra perusahaan yang sangat berharga. Telkom Gadang Malang dapat menjadi percontohan Water Resilience Hub untuk area regional Telkom lainnya

Leave a Reply